tiya, by Samarpan January 5, 2012
Posted by nita in : Uncategorized , add a comment“kita selalu melayang jika dipuji, apalagi jika pujian itu salah tempat”
“wejangan biasanya dibenci, apalagi bila orang yang menerimanya bersalah”
lesson1 December 30, 2011
Posted by nita in : Kawruh dinten menika , add a commentSungguh, hal yang cukup membuat manusia (merasa) terpuruk berasal dari 2 perkara dalam dirinya:kecerobohannya, dan kebodohannya.
Di sini, kebodohannya bisa dibagi menjadi beberapa bentuk: bahwa ia benar-benar tidak tahu, bahwa ia malas, bahwa ia mementingkan diri (egonya sendiri), dan lain-lain yang menampakkan kebodohan manusia.
Bila terlanjur melampauinya, maka jadikanlah ia sebagai sesuatu yang membangun mu: dengan bersikap dan beremosi positf, serta bertindak dan berpenampilan positif.
Belajar mengendalikannya adalah cara terbaik untuk menuju sifat insan.
hak paten, copyright, dll vs hati nurani December 17, 2011
Posted by nita in : Uncategorized , add a commentsedang tertarik dengan pembicaraan tentang copyright, hak paten, dll…
dengan pengetahuan yang terbatas, sebenarnya pingiiiin buat tulisan, tapi agak ragu.. (heee… penyakitku)
tapi, mungkin ada yang mau share soal ini? yuuuuukkss…
tentang hak paten, copyright, dll…. kalo dilihat-lihat sekarang pembahasan ini sudah sangat ramai di kalangan para ilmuwan, penemu dan pebisnis…
kalo dilihat-lihat, sebenarnya hak-hak yang tadi disebutkan di atas berawal dari budaya kapitalisme… yang mengangkat adanya isu monopoli dan keuntungan yang semaksimal mungkin untuk pemilik hak monopoli…
mohon maaf, bukan sebuah bentuk sentimen pada kapitalisme, tapi bila kita lihat para tokoh-tokoh islam besar yang menjadi sumber ilmu di sejarah Islam (baca: buku PDPI lagi ya….), sangat jarang (tapi memang ada) yang meminta hak paten atau hak copyright atas apa yang mereka temukan…
mereka bahkan malah menginginkan agar apa yang menjadi temuannya itu menjadi hak bagi umat muslim pada umumnya…
belajar dari situ, saya melihat bahwa saya hak paten dan hak copyright bukan sesuatu yang saya sukai, bila itu diniatkan untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya atau hak monopoli atas apa yang ditemukan/buah pemikiran…
akan lebih bijak bila hak-hak ini, kita akadkan dan kita niatkan untuk menjaga kualitas dan menjaga supaya temuan dan pemikiran tidak digunakan secara salah atau tidak tepat… misalnya bila terapi yang kita buat mensyaratkan beberapa kriteria supaya bisa berjalan secara optimal, dan bisa saja menjadi berbahaya jika orang sembarangan menggunakannya…
alasan lainnya, bukankah kita ini dipesankan oleh Rasulullah saw, bahwa sebaik-baik umat adalah yang paling bermanfaat… (diingatkan oleh Bu Umi kalo ini…)
tapi memang diakui, (mencoba berandai-andai) sangat berat bila kita mengetahui bahwa ada secuplik tulisan kita di’copy-paste’ begitu saja, demi sebuah metode jalan pintas… dan yang saya pikirkan, itu adalah sebuah jalan supaya kita terhindar dari egoisme, terpusat pada kita dan diri kita sendiri,
padahal untuk menjadi sempurna, ego inilah yang menjadi halangan yang terbesar… hmmmm……
Jiwa vs Jasad June 23, 2011
Posted by nita in : Uncategorized , add a commentAlkisah, beberapa waktu yang lalu telah terjadi perang antar jiwa dengan jasad
bagai musuh dalam selimut, hanya jasad yang mampu menyakiti jiwa yang bersemayam di dalam dirinya
Jiwa merana, seringkali kalah
Kemalasan menggemuk menyerupakan babi
Iri dengki cemburu dan benci menggila,
lidah, tangan, kaki, berubah menjadi ular, atau hewan ganas yang menyakiti siapa saja yang ada di hadapannya
Sang jiwa menangis, sedih, mendatangi psikolog, dokter dan psikiater
diagnosanya sama: depresi, cemas, penuh dengan serentetan aksis-aksis, memenuhi multiaksialnya
gelisah, semakin dalam, semakin berat, merasa kehilangan arah
namun sungguh, Qalbunya tenang dalam Pengetahuan
dan sang Jiwa menyadarinya,
“Ikutilah Qalbu, kemana ia bertutur”
Singkat cerita, Sang Jiwa mengenali dirin(N)ya
“Wahai, jiwa yang telah menemukan Irama(Ku)
Ajaklah jasadmu dengan lembut,
Bersabarlah dengan dirinya agar mau bersujud bersamamu,
Qalbumu memampukan bibirnya melantunkan Ruh namaKu
Dan simaklah! Ia menyenandungkan Irama kalam
Bersama jiwa, jasad akan menemukan Irama”
bersabarlah dengan jasad,
selangkah demi selangkah kita akan mengenal diri(Nya)
Nb: Ya Allah, lindungilah dari rasa benci, yang mampu menjerumuskan dalam neraka iri dan dengki
Antara Freud dan Tazkiyatun-Nafs August 22, 2010
Posted by nita in : Psikologi Islami , add a commentFreud adalah salah satu tokoh utama Psikologi yang sangat berperan penting dalam perkembangan psikologi. pandangannya mengenai psikodinamika dan kerangka berpikirnya selalu digunakan dan wajib dipahami oleh setiap orang yang berlatar belakang psikologi, terutama psikologi klinis.